Kajian online – Wahai Muslimah, Jangan Biarkan Ramadhanmu Berlalu Begitu Saja.

Alhamdulillah, mendapatkan motivasi ramadhan💕

Selamat menjalankan ibadah puasa.

=======================

=======================

Bismillahirrahmanirrahim

🌷Kajian Kemuslimahan Spesial Ramadhan🌷
Dipersembahkan oleh I Care Community dan Kajian Channel.

Berikut materi dari Mbak Dewi Nur Aisyah yang terdiri dari 50 point tulisan  dan 36 gambar.

Latar Belakang Pemateri

Dewi Nur Aisyah

adalah salah satu ahli epidemiologi dari Indonesia yang memiliki pengalaman internasional di bidang penelitian dan kesehatan masyarakat.

Setelah menyelesaikan studi S-1nya selama 3,5 tahun di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dengan IPK Cum Laude, Ia melanjutkan studi S-2nya di Imperial College London berbekal Beasiswa Unggulan DIKTI. Saat ini, Ia menjalankan studi S-3 di University College London dengan fokus Infectious Disease Informatics dengan Beasiswa Presiden Republik Indonesia (BPRI)

Dewi sangat aktif mengiktui kegiatan kemahasiswaan, organisasi, social project, dan kompetisi-kompetisi internasional. Ia telah diundang sebagai pembicara di lebih dari 100 seminar, workshop, maupun kajian. Berbagai penghargaan pernah diraih Mahasiswa Berprestasi FKM UI ini, termasuk winner Imagine Cup Student tahun 2016 kategori World Citizenship, sebuah ajang kompetensi bergengsi di bidang
teknologi. Sebelumnya Dewi pernah menjabat sebagai Program Development Manager di INDOHUN (Indonesia One Health University Network) dan saat ini masih aktif membantu kegiatan penelitian di Emerging Zoonotic and Infectious Disease – Health Policy Research Group, Universitas Indonesia. Tiga tahun lebih pengalaman di bidang penelitian membuat Dewi memiliki kapasitas penelitian yang mumpuni, jaringan riset yang luas, serta membuatnya berhasil membangun kolaborasi internasional di wilayah Asia Tenggara dan Eropa.

Saat ini Dewi telah dikaruniai  seorang putri bernama Najwa Falisha Mehvish, yang Ia lahirkan setelah masa studi S-2nya di Inggris berakhir. Segudang aktivitasnya di dunia akademis tidak menyurutkan langkahnya untuk terus mendidik dan membesarkan anak, membangun keluarga yang samara, terus berupaya memberi manfaat sebanyak-banyaknya bagi bangsa, negara, dan agama.

Sapa Dewi di :
FB: Dewi Nur Aisyah
IG: @dewi.n.aisyah
Twitter: @dewinaisyah
Blog: https://dewinaisyah.wordpress.com

Materi yang dipaparkan:

dac40f12-2deb-4f40-8671-af96cdd3071d

1. Pada kesempatan kali ini, panitia meminta saya untuk “sharing” terkait dengan tema “Wahai Muslimah, Jangan Biarkan Ramadanmu Berlalu Begitu Saja”

2. Insya Allah yang saya sampaikan disini adalah murni sebuah sharing, dengan kelebihan dan kekurangannya. Jadi jika ada kebenaran, silahkan ambil kebaikan yg ada di dalamnya. Jika ada kekurangan, maafkan saya dan doakan agar Allah bimbing langkah kaki saya senantiasa… 🙏🏻😊

94df1932-05dd-49af-accb-08b4b14a0561.jpg

3. Ramadan adalah sebuah bulan yang mulia. Bulan ini dipilih  sebagai bulan untuk berpuasa dan Al Qur’an diturunkan. Di bulan ini, kebaikan dilipatgandakan. Maka jangan biarkan 43,200 menitnya berlalu begitu saja…

4. Bahkan dalam sebuah hadist, Rasulullaah SAW bersabda, “”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.” (HR. Al Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah)

5. atau pada hadist beliau yg lain

““Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizholimi” (HR. Tirmidzi no. 3598)

6. Bulan Ramadan memiliki kemualiaan yang begiiitu besar! Jangan sampai kehadirannya tidak menghadirkan kebaikan untuk kita. Pembahasan lengkap mengenai puasa dibahas di kita karangan Bukhari, tepatnya di Baabus Shiyam (Bab Puasa). Disana terdapat hadist2 yang menggambarkan keutamaan berpuasa, apa2 yg harus disiapkan, dsb.

66441720-f433-4f0c-813b-f68f0a136450

7. Salah satu hadist riwayat Bukhari mengenai puasa, adalah ini, bunyinya “Ash-Shiyaamu Junnatun”. Apa artinya kalimat ini?

8. Junnatun dapat diartikan sebagai perisai. Dalam bahasa Arab, jika huruf jim dengan nun berdampingan, biasanya mewakili sesuatu yang kasat mata. Sama seperti jinnatun dan jannatun.

Jinnatun artinya  jin dalam jumlah jamak
Jannatun artinya surga

Semua mewakili hal2 yg tidak tampak

9. Kembali kpd “Junnatun”. Kata PERISAI dalam bahasa Arab ada 2. Yang pertama “Ridaaun” yang artinya perisai yg kasat mata. Layaknya tentara di medan perang yang menggunakan perisai untuk melindungi tubuhnya. Yang kedua yaitu “junnatun”, yaitu perisai yang tidak nampak.

Maksud Junnatun ini apakah?
Maksud perisai yg tdk tampak ini adalah perisai yang melindungi hati.

Melindungi hati dari apa? Dari penyakit2 hati yang mampu menjangkitinya.
Contoh, penyakit iri, penyakit sombong, penyakit hasad, dsb.

Maka seharusnya, jika puasa kita di bulan Ramadan dilaksanakan dengan benar, puasa ini dapat menjadi junnatun (perisai yg tidak tampak). Rem yang sangat kuat ketika ada lintasan2 penyakit hati yg mungkin muncul. Jika puasa telah menjadi perisai, tidak ada lagi cerita enggan shalat tahajud, tidak ada lagi cerita shalat di akhir waktu karena asik menonton TV, tidak ada lagi cerita lalai tidak membaca Al-Qur’an karena terlalu sibuk dgn urusan duniawi. Karena perisai ini adalah perisai yg kokoh. Maka lintasan malas, lintasan me-nomor dua-kan Allah, lintasan iri terhadap keberhasilan atau rezeki orang lain, semua tidak lagi bisa hinggap di hati-hati kita. Itulah mengapa dikatakan pada akhir surat Al-Baqarah 183,

““Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa”

hasil akhir puasa adalah TAQWA. Dan taqwa ini hadir dari perisai yg kokoh. Taqwa seorang hamba itu bukan dilihat pd ibadahnya di bulan puasa, namun pada bulan-bulan setelahnya.

91a9ca72-01d5-40a0-9f50-3ec2fadfe5c6

10. Maka ingatlah kalimat-kalimat ini pada bulan Ramadan kita…

11. Jadikan Ramadan sebagai “turning point” kita, saat kita semakin mendekat kepada Allah. Saat kita menempa cinta untuk-Nya. Karena jika Allah sudah cinta pd seorang hamba, semua akan menjadi mudah baginya…

a0da409b-07da-4822-9adb-37e82b290d7d

12. Karena Ramadan ini hanya satu kali dalam setahun kehadirannya, kita harus bisa memaksimalkan menit-menit yg berlalu darinya. Karena satu pahala, dilipatgandakan menjadi seratus bahkan lebih oleh-Nya. Maka manfaatkan momen ini untuk “menambal” amalan kita, yg mungkin masih banyak bolong dan cacatnya..

13. Sebisaaa mungkin, kita menjalankan ibadah2 terbaik kita di bulan ini. Ingat2 balasan yg Allah janjikan. Beramal-lah selayaknya kita tidak pernah tahu usia kita, berusaha memberikan yg terbaik yg kita bisa.

Maka kita harus dapat membuat Ramadan kita semakin bermakna, dengan menjalani hari2 yg PRODUKTIF setiap harinya…

Sharing saya kali ini akan berusaha memberikan tips agar Ramadan kita bisa dijalani dgn lebih produktif lagi…

048a67d4-dd64-4489-b9f6-1df5bed655bf

14. Step paling pertama yg harus dilakukan adalah MENULISKAN RENCANA

0e4b9557-b0f7-4d70-9c4e-c2357fb5a75e

15. Kenapa sih kita perlu menuliskan rencana. Mangga dibaca slide nya untuk jawabannya 😊

16. Kalau masih tidak percaya bahwa rencana itu mempengaruhi hasil akhir, bisa kita bandingkan antara mereka yg memiliki rencana sedari awalnya, dengan mereka yg hanya menjalani hari seperti mengikuti aliran air. Tentu dengan menuliskan rencana, kita mengetahui target2 apa saja yg perlu kita kejar dan batas waktunya.

Berikut adalah 6 steps untuk menuliskan rencana, utamanya di bulan Ramadan

0f2a0297-c202-4b5a-94de-0e8a7ea19a37

17. Tahap pertama, TENTUKAN TARGET KITA

18. Buat list pencapaian apa saja yg ingin kita raih di bulan Ramadan ini. Tulislah pencapaian secara keseluruhan. Misalnya:

– Khatam Qur’an 3x
– Membaca terjemah Al-Quran hingga selesai
– Shalat Tarawih setiap hari
– Shalat dhuha setiap hari
– Infaq setiap hari
– Shalat wajib di awal waktu
– Hafalan Qur’an bertambah 3 surat
– I’tikaf di 10 malam terakhir

Hingga targetan yg bukan ibadah, contohnya:
– Tidak ghibah
– Mengurangi waktu membuka FB dan IG (1 hari 1 jam aja)
– Membuat tulisan yg bermanfaat setiap minggunya
– Mengurangi waktu tidur agar bisa lebih produktif
– Membaca buku agama (2 kitab) dan pengetahuan (minimal 3)

Dan lain sebagainya..

8c37ac20-e00c-407c-96a7-b43ce4123f95

19. Step kedua, agar targetan yg sudah kita tuliskan di step 1 tidak terasa “ngawang”, sebaiknya kita membuat turunan target berikut cara2 mencapai target tsb.

20. Buatlah turunan target per minggu maupun per hari.
Misalnya kita ingin khatam Qur’an 3x dalam waktu 1 bulan, itu artinya kita harus membaca minimal 3 juz per hari nya. Kalau 3 juz dibagi ke dalam 5 waktu shalat, itu berarti kita harus membaca sebanyak 6 lembar Al- Qur’an di setiap waktu shalatnya, dst..

Hal penting lainnya yaitu, membuat EVALUASI. Sebaiknya dilakukan setiap hari, di penghujung malam. Bisa sebelum tidur atau saat tahajud. Banyak2 beristighfar meminta ampunan atas kesalahan yg kita sadari maupun tidak kita sadari. Maksimalnya, evaluasi ini dilakukan seminggu sekali. Karena Ramadan inipun hanya ada 4 minggu, maka kita harus kejar ketertinggalan, jika memang ada targetan yg tertinggal.

df0b1f2f-baab-40d2-9c4f-cdf1ad3a0c96

21. Ini adalah yg harus diingat saat kita membuat targetan. Targetnya TIDAK TERLALU TINGGI MENGAWANG tapi juga tidak TERLALU MUDAH untuk dilakukan.

22. Kalau terlalu tinggi, sama saja membuat sesuatu yg tidak mungkin terealisasi.
Kalau terlalu mudah, dimana letak ikhtiarnya? 😄

Contoh targetan mengawang adalah khatam qur’an 10-15 kali saat Ramadan.
Memang ada sahabat Rasul yg demikian, mengkhatamkan Qur’an dalam waktu 3 hari. Tapi hal inipun tidak dipuji oleh Rasulullah, karena kalau membaca Qur’an terlalu banyak pun (dalam waktu cepat), maknanya bisa jadi tidak terserap.

Contoh targetan yg begitu rendah, saya berniat puasa setiap hari saat Ramadan (lah kan memang wajib 😄), atau berniat shalat tarawih hanya seminggu sekali karena sibuk dgn agenda iftar diluar rumah, atau tilawah satu jus saja di bulan Ramadan (ini namanya tidak memaksimalkan), dst

2b25ff62-c107-4b14-81a3-f86bb55d48a5

23. Step selanjutnya adalah MUHASABAH.
Seperti sudah sedikit di singgung pada step kedua, MUHASABAH ini penting sekali. Sebagaimana sudah Allah tuliskan dalam firman-Nya di surat Al-Hasyr ayat 18. Maka hendaknya kita memperhatikan APA-APA yang SUDAH KITA KERJAKAN. Sejauh mana tabungan amal yg sudah kita kumpulkan.

Pada muhasabah ini, kita catat mana2 targetan yg berhasil dan mana yang tidak. Kalau tidak, kira2 faktor apa yg membuat gagal. Contoh, saya tidak bisa shalat tarawih berjama’ah setiap hari karena selama 7 hari saya berbuka puasa bersama di luar. Saya tidak bisa menyelesaikan target tilawah saya karena saya tidak disiplin untuk membacanya di setiap akhir shalat saya, dst

1cf11cee-0058-4aee-9fbb-b1bed19f7349

24. Step selanjutnya adalah, setelah kita bermuhasabah, berikan konsekuensi dari kegagalan atau keberhasilan yg kita lakukan.
Saya prefer untuk menjalankan sistem REWARD and PUNISHMENT kpd diri saya sendiri. Tapi yg perlu dicatat, reward dan punishment ini yg PRODUKTIF dan BERPAHALA ya.. Contohnya bisa dibaca di slide 😊

b33f6674-613e-4b1f-8791-fe76d75c04f8

25. Step terakhir adalah TEGUH DALAM BERSUNGGUH-SUNGGUH.

Kalau dalam struktur bahasa Indonesia, mungkin kalimat ini sudah hiperbola. Sudah TEGUH pun BERSUNGGUH-SUNGGUH. Artinya apa? Meningkatkan ibadah kita di bulan Ramadan bukanlah suatu yg mudah, perlu kesungguh-sungguhan. Pun setelah sungguh-sungguh, kita perlu TEGUH, artinya konsisten. Ritme ibadahnya terjaga…
Maka Allah sudah  sebutkan balasan bagi orang2 yg bersungguh-sungguh dalam surat Al-Ankabut ayat 69

33221996-6be0-4d05-bbe3-befab215bff7bfa94180-034a-41ec-b82b-074e4e165e33

26. Naah.. tapi memang ada yg istimewa bagi wanita…
Diluar keistimewaan yg Allah berikan dan Islam sematkan untuknya..
Ada banyak akhwat yg curhat ke saya mengenai salah satu keistimewaan muslimah ini, yaitu saat sedang haid, mereka merasa imannya turun. Lalu mengerjakan ibadah pun ritmenya ikut turun
Lalu bagaimana kita menghadapi iman yg sedang turun ini?

772301af-ee07-4b3d-a7aa-53658d5bd790

27. Maka ini adalah beberapa catatan saya untuk memaksimalkan Ramadan

793f9746-d029-4ef8-90f3-c60fa12501d9

28. Kalau untuk saya pribadi, di saat iman sedang bergerak turun, saya akan mengambil jeda, melihat kembali pencapaian dari rencana yg suda saya tuliskan sebelumnya. Saya baca lagi buku2 agama, atau kalau sedang Ramadan, saya suka mengulang membaca buku “Tazkiyatun Nafs” untuk mengingatkan lagi tingkatan2 puasa dan bersegera menuju tingkat terbaiknya

Setelah itu, saya ingat2 kembali kemuliaan Ramadan, dengarkan lagi kajian2 penambah iman (jangan malah bablas nonton drakor atau film2 ga bermanfaat ya 😄). Karena Ramadan ini datang hanya setahun sekali, layaknya bunga yg begitu LANGKA. Saya teringat perkataan seorang ustadz, yg mengatakn bahwa “Jika Allah pertemukan lagi kita dgn Ramadan, bisa jadi ada yg kurang dgn ibadah kita pd Ramadan sebelumnya. Karena Allah memberi kesempatan pada kita untuk menyempurnakan amal2 kita”

8446fe03-1307-4106-ac8c-0dee6b7be0e7

29. Maka untuk memaksimalkan Ramadan, kita harus bisa FOKUS!

Fokus dgn TARGETAN2 kita. Fokus dgn pencapaian dan apa yg harus dikejar dari perencanaan awal kita. Jika kita fokus, maka godaan “nonton TV’, “buka2 sosial media”, “tidur2an di kasur” bisa dihindari dgn mengingat kembali FOKUS kita. Untuk menjadikan Ramadan tahun ini semakin bermakna…

Kita juga harus fokus pada KEMAMPUAN DIRI KITA SENDIRI. Jangan terlalu ambil pusing dgn kelebihan orang lain. Bisa saja si X memang ibadah “jagoannya” di tilawah Qur’an, atau si Z ibadah jagoannya shalat rawatib. Lalu kita yg mana? Pilih satu atau dua ibadah yg memang kita paling baik mengerjakannya. Memang tidak perlu fokus pd kemampuan orang lain, tp bukan berarti qt jg tidak memiliki kemampuan kan? Jadi memang harus tetap mengerja dan mengajak diri kita berbuat kebaikan…

Dan yg paling akhir, saat kita sudah “keluar jalur” atau ketetera dgn targetan yg sudah kita buat, bukan berarti kita berpikir “Oh ya udah, sekalian aja ga usah”. Jangaaan.. jangan seperti itu. Jika Allah saja senantisa mennunggu taubat hamba2-Nya, masa kita tidak malu untuk selalu menomor duakan Nya? Jadi jika sudah melenceng, kembalilah ke fokus. Tak apa jika mmg tak sesuai rencana, minimal  kita tetap berusaha mengerja sebaik yg qt bisa…

ae8018b2-3094-44ce-8624-7d849045752b37fe1cfb-af8d-4bc0-ad39-1a93059f3052

30. Yang kedua, kita harus MENYIBUKKAN DIRI DALAM KEBAIKAN.

Orang-orang yang sukses tentu memiliki karakteristik sebagai orang yang sedikit memiliki waktu istirahat. Mereka senantiasa menyibukkan dirinya dengan kegiatan-kegiatan yang positif.

Iya sih, bisa saja kita memang tidak melakukan hal yang maksiat, seperti mencuri, ghibah (baca: gosip), melawan orang tua, atau berbohong. Tapi, bisa saja apa yang kita kerjakan bukan sesuatu yang juga termasuk membawa kebaikan untuk akhirat kita. Lalu, ia masuk kategori apa? Ia masuk dalam kategori hal yang sia-sia atau hal yang tidak mendatangkan manfaat.

31. Jika seorang muslim menyadari kewajiban dan tanggung jawabnya, niscaya ia akan menyibukkan diri dengan berbagai hal yang mendatangkan manfaat, bagi dunia maupun akhiratnya, dan akan menghindari segala hal yang tidak mendatangkan manfaat. Bisa jadi memang perkara yang bermanfaat lebih sedikit dibandingkan dengan perkara yang tidak bermanfaat. Oleh sebab itu, dengan membatasi diri pada perkara yang bermanfaat, niscaya seorang muslim akan terhindar dari segala keburukan dan dosa, dan memiliki waktu yang cukup untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi akhiratnya. Kala seorang muslim sudah dapat mengaplikasikan hal ini, itulah tanda kesempurnaan Islam dan iman seseorang.

Dan ini memang benar, KEBAIKAN itu HARUS DIPAKSAKAN. Dan niscaya, ketika kita sudah memaksakan untuk berbuat kebaikan di awal hari, dengan sendirinya kita akan membuka pintu-pintu kebaikan selanjutnya…

29c1bcc3-8a89-45f1-a5ce-f6b1d7063c71

32. Yang ketiga, tetap BERLAKU TAWAZUN
Tawazun berasal dari kata tawazana yang berarti seimbang. Secara harfiah, tawazun berarti memberi sesuatu sesuai dengan haknya/peruntukannya, tanpa ada penambahan maupun pengurangan. Bukan berarti berfokus pada yang satu, tapi melalaikan yang lain. Rajin beribadah, tapi jasadnya rapuh karena tidak pernah olahraga. Rajin menuntut ilmu, tapi jarang shalat berjamaah. Atau, memiliki fisik yang kuat, tapi tidak percaya Tuhan (atheis). Islam mengajarkan untuk seimbang. yaitu pada 3 hal: Al-Jasad (Jasmani), Al-Aql (akal), dan Ar-Ruh (rohani).

bf7e4316-fea6-4faa-9836-3f495b725108

33. Kalau sedang Ramadan gimana, seminimal-minimal menjaga kesehatan yaitu dengan SAHUR. Minimal kita mencari keberkahan puasa dgn sahur di awal harinya. Makan-makanan berbuka secukupnya (jangan dipuas2in ya 😅) dan yang sehat (jangan gorengan terus jg ya 😅).

f10012e6-20b6-481b-8078-e1d0c88015c1

34. Tawazun yg kedua yaitu dgn MERAWAT RUHIYAH

Pernah ga sih hari-hari terasa galau, gundah gulana, cemas tak berkesudahan, atau murung tak berujung? Naah … hati-hatilah saat masa itu tiba. Bisa jadi itu pertanda bahwa ruhiyah kita sedang kering. Atau, mungkin tingkat keimanan kita yang sedang dalam posisi lemah. Karena pada hakikatnya, ruhiyah itu adalah motor penggerak terbesar seorang muslim. Ia adalah motivator sekaligus evaluator atas setiap perbuatannya. Kualitas hidup seorang muslim bergantung kepada kondisi ruhiyahnya, semakin baik ruhiyah, semakin berkualitas hidupnya.

Jika ruhiyah kita sedang baik, tentu puasa selama 13 jam tidak akan berat dirasa. Mengerjakan ibadah dan mengukir kebaikan menjadi ringan setiap harinya.

f6ab8fbf-a506-4bda-be3b-f3e046efe36b

35. Ini adalah tips menjaga ruhiyah kita..

eac6ff0e-e5a4-4e1f-83b8-76a835f844c5

36. Dan tawazun yg ketiga yaitu di bidang FIKRIYAH

2013d7cc-85a5-468f-b7bf-df218566e013

37. Ada yg tahu apa yg sdh Allah titipkan kpd manusia yg membuatnya begitu istimewa? Ya… itu adalah AKAL!⁠⁠⁠⁠

893a6a0d-e286-4eb2-a70c-89a8e856b77d

38. Allah menitipkan akal kpd manusia dgn kapasitas yg luar biasa!

Akallah yang menjadikan manusia lebih mulia dibandingkan dengan makhluk Allah yang lainnya. Dengan akal, manusia dapat mengenal hakikat sesuatu, menyuruh kepada yang makruf, mencegah dari yang mungkar, berpikir bagaimana memanfaatkan kekayaan alam yang diberikan Allah kepada manusia dalam tugasnya sebagai khalifah di muka bumi, dan lain sebagainya. Maka, tidak lain dan tidak bukan asupan yang harus dipenuhi manusia untuk menyeimbangkan akal adalah ILMU.

Kalau kita menyadari begitu hebatnya kapasitas otak kita, tak seharusnya kita mengeluh karena tidak bisa. Memori atau storage capacity otak manusia memiliki kapasitas mencapai 2,5 Pentabytes atau 2,5 juta Gigabytes, melebihi memori superkomputer apa pun di dunia. Sebagai bayangan, kapasitas 2,5 Pentabytes ini setara dengan 3 juta jam siaran TV. Maksudnya, kalau seluruh data video dan audio siaran TV itu disimpan selama 3 juta jam, data itu masih sanggup ditampung oleh otak. Tiga juta jam itu setara dengan 300 tahun. Jadi, kapasitas otak manusia itu setara dengan data siaran TV selama 300 tahun..

62675dec-67e9-4e1f-bcdf-7d251223e7d4

39. Dan Allah pun menegaskan keutamaan bagi orang2 yg berilmu

cf92ab06-c41a-4e69-a950-1efe32bb66c5

40. Hingga kata ‘ilm disebutkan beratus-ratus kali di dalam Al-Qur’an

51359d97-f4f8-4a7d-a1f6-60965276bdbb

41. Dan ilmu termasuk salah satu dari dua iri yg diperbolehkan…

3f7291cd-fe5e-4250-81b2-7762c2eaab23

42. Maka lihatlah kelebihan yg Allah berikan kpd orang2 yg berilmu…

Kenapa ilmu begitu penting kedudukannya dalam Islam?
Karena seseorang akan sulit beramal tanpa ilmu. Dan tidak akan diterima amal seorang hamba kecuali memenuhi 2 syarat, yang pertama ikhlas karena Allah, dan yg kedua SESUAI dgn TUNTUNAN Qur’an dan hadist… Maka ilmu menjadi penting kedudukannya sebelum beramal. Itu juga mengapa Allah memberikan kelebihan yg tinggi kpd seorang yg ‘alim (berilmu)

Di bulan Ramadan ini, tingkatkan lagi ilmu agama kita, karena tentu masih jauh ilmu tafsir, ilmu hadist, atau ilmu fiqih yg kita miliki. Jadikan Ramadan ini menjadi momen berarti antara kita dan Rabbul Izzati, mendekat padanya melalui ibadah dan ilmu agama yg lurus…

f3649532-693f-481a-89f9-7878cc2268a3

43. Maka tak heran jika di dalam Al-Qur’an setiap muslim diminta untuk berlomba, bersegera, berangkat dan bekerja…

bc116af6-6e33-4f3b-8050-210e77277e67

44. Maka kebaikan sekecil apapun yg kita kerjakan, niatkan semua hanya untuk Allah, bermuara kepada Zat Yang Maha Kuasa dan Memelihara… Karena sesungguhnya Allah melihat setiap gerak langkah kita…

b1a164c4-e43a-43c1-98de-6833bdbf39e6

45. Maka saya ingin kembali mengingatkan para muslimah (pun diri saya sendiri) akan hakikat iman…

2f88f7cf-7daf-49a9-a9a6-0d9599ff24cd

46. Dan meyakinkan diri bahwa perbedaan diantara mereka yg berhasil dgn yg tidak hanya terleta pada dua hal, KEMAUAN dan KESUNGGUHAN

3da6b958-48ab-41bf-b18e-cc6e64755d5b

47. Dan sebagai penutup, saya mengingatkan diri saya kembali, bahwa jika kita letih karena Allah, tentu Allah akan membalas keletihan kita, setiap bulir keringat dan kelelahan yg qt rasa, tidak ada yg luput dari perhitungan-Nya.

48. Semoga Allah menjadikan Ramadan kita kali begitu bermakna, melewati setiap menitnya dengan memuji asma-Nya, mengerja kebaikan dan ibadah untuk-Nya.

49. Hingga Allah bimbing langkah kaki kita termasuk ke dalam golong orang2 yg bertaqwa, yang Allah sediakan bagi mereka surga dan segala isinya…

50. Sekian sharing yg bisa saya sampaikan. Mohon maaf atas setiap kekurangan… Wallahu a’lam bisshawwab.. Wassalamu’alaykum Warahmatullah Wabarakatuh 🙏🏻😊

=======================

=======================

Sesi Tanya Jawab:

Kompilasi Pertanyaan dan Jawaban KKSR 4 Juni 2017_Mba Dewi NA

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s